KODE Dfp 1 Astaga,Turunkan Bedera Merah Putih dan Kibarkan Bendera Tauhid, Jokowi Malah Bilang Begini | BERITA TERBARU DAN VIRAL

Astaga,Turunkan Bedera Merah Putih dan Kibarkan Bendera Tauhid, Jokowi Malah Bilang Begini

KODE 200x200
KODE 336x320 atau in artikel
Referensi pihak ketiga


Sejumlah orang dari peserta aksi bela bendera tauhid di Kabupaten Poso sempat mengibarkan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid. Mereka sempat menurunkan bendera Merah Putih, yang sedang berkibar di halaman DPRD Kabupaten Poso.

Peristiwa ini lalu diketahui anggota keamanan dan langsung melapor ke Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto. Mengetahui hal itu, Bogiek langsung menegur massa untuk mengibarkan kembali bendera Merah Putih seperti semula.

"Kapolres Poso langsung memperingatkan tokoh warga yang ikut orasi bahwa penurunan bendera Merah Putih dan diganti dengan bendera kain hitam yang bertuliskan 'lailahaillallah'," kata Karo Penmas Polri Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo lewat keterangan tertulis, Sabtu (27/10/2018).

Demo massa yang dilakukan pada Jumat (26/10/2018) menuntut keadilan terhadap pembakaran bendera hitam dengan lafadz tauhid yang dilakukan oleh massa dengan nama pembela tauhid terjadi tidak hanya di Jakarta. Dibeberapa daerah lain pun turut melakukan aksi yang sama dengan turun ke jalan. Mereka menyuarakan hal yang sama yaitu menuntut pembakar bendera pada saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) diadili dan dihukum.

Dua bendera hitam bertuliskan lafaz tauhid berkibar di daerah Poso, Sulawesi Tengah. Satu di halaman DPRD Kabupaten Poso, satu lagi di Lapangan Sintuwu Maroso. Sebelum berkibar di halaman DPRD Kabupaten Poso, ternyata ada bendera merah putih yang berkibar terlebih dulu di tiang tersebut. Peserta aksi bela tauhid disebut menurunkan bendera merah putih dan menggantinya dengan bendera hitam berlafaz tauhid itu.

"Salah seorang peserta aksi dengan spontan tanpa sepengetahuan aparat pengamanan menurunkan bendera merah putih dan menggantinya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 27 Oktober 2018.

Atas kejadian ini Presiden Joko Widodo maoah bilang begini saat sedang mengadakan rakornas pada Minggu (28/10/2018) di Surabaya Jawa Timur, memberikan pernyataan kepada awak media, bahwa akan menyerahkan seluruh kasus ini kepada pihak kepolisian untuk menangani.

"Saya serahkan semuanya pada kepolisian, pada hukum ya," kata Jokowi usai rakornas Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018), seperti dikutip dari kumparan.com.

Nah Sahabat, sampai disini dulu ya perjumpaan kita kali ini. Jangan lupa like, share & comment ya. 

Kode 300 x 250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
Kode DFP2
Kode DFP2